cit balasan yg ln tuleh,puna mantap<img
src="http://edhofiles.wen.ru/smile/5.gif">
--
$äm$øé£
--
$äm$øé£
Anda tidak pernah menjawab hal kontradiksi yang saya pertanyakan dalam
Quran, sebaliknya anda mengajukan pertanyaan mengenai Alkitab Apakah
anda menerima kesalahan Quran itu dan pertentangannya satu sama lain,
atau yang bertentangan dengan Science?). Perlu anda ketahui, bahwa
Raja-Raja, Samuel, Tawarich yang anda sebutkan bukanlah Injil, Injil
adalah Matius, Markus, Lukas dan Johanes.
Ayat2 yang anda sebutkan dalam Perjanjian Lama (Taurat), dari Tawarich
dan Samuel ditulis oleh dua orang pengarang berbeda, Tawarich oleh
Ezra dan Samuel oleh Nabi Samuel. Jadi dalam penulisan itu, mereka
melihat dari visi mereka, sedangkan faktanya adalah sama.'
Suitan Allah apakah penting? Dalam penjelasan Alkitab, Suitan Allah
adalah diibaratkan suara lebah yang keluar dari sarangnya.
Mengenai Jeremia 7:12 yang anda katakan Allah mencukur diriNya,
AYATNYA TIDAK SESUAI DENGAN YANG ANDA SEBUTKAN:
yEREMIA 7:12) Tetapi baiklah pergi dahulu ke tempat-Ku yang di Silo
itu, di mana Aku membuat nama-Ku diam dahulu, dan lihatlah apa yang
telah Kulakukan kepadanya karena kejahatan umat-Ku Israel!
Mengenai pembunuhan 50000 orang karena melanggar melihat Tabut Allah
(1 Samuel 6:19), itu adalah Hak Allah dan itulah yang terulis dalam
Alkitab, bagaimana pula dengan Tsunami di-Aceh, dimana lebih dari
600.000 ribu jiwa mati dan hilang?
Injil Johanes 3:13, Ya, Pribadi yang telah berada disurga sebelumnya
dan turun dari Surga adalah Anak Manusia, tidak ada orang lain yang
seperti Dia, karena Dia adalah Allah yang menjadi manusia untuk
menyelamatkan Dunia.
Apakah cukup penjelasan saya, dan bagaimana dengan pertanyaan saya
mengenai kontradiksi ayat2 dalam Quran dan perbedaannya dengan Science
sebagai satu2 nya fakta kebenaran? Nggak bisa dijawabkan??!
Muhamad dengan Juwariyah
Sumber:
Faith Freedom Indonesia
JUWAIRIYAH / JUWAYRIYYAH
oleh Ali Sina
Dalam sejarah bangsa Arab masa pra-Islam, belum pernah ada pergolakan
dan perang yang seluas dan sedahsyat yang dilancarkan Muhamad, sang
pendiri Islam. Pertempuran sebelumnya hanya merupakan pertempuran
lokal yang terbatas pada percekcokan antar suku. Dengan lahirnya
Islam, tidak hanya perang tetapi GENOCIDE dan TEROR tidak habis2nya
menjadi komponen integral dalam sejarah ekspansionisme Islam.
Pada awal karir Muhamad sebagai nabi, kota asalnya (Mekah) adalah kota
yang damai. Dalam 13 tahun ia berkotbah, hanya sekitar 70/80 orang
mengikuti ajarannya. Tidak semuanya jago perang. Ini menjelaskan
sejarah awal penyebaran Islam yang damai. Muslim belum mempunyai
kekuatan untuk menyerang. Namun setelah Muhamad bermigrasi ke Medinah
dan penduduknya menerima ajarannya, ia memulai perampokan karavan
pedagang dan penyerbuan kampung-kampung penduduk untuk bertahan hidup,
selain menghidupi pengikutnya yang sulit mencari pekerjaan di Medinah.
Tahun ke 5 hijrah di Medinah merupakan tahun menentukan. Ini tahun
dimana Muslim berperang melawan penduduk Mekah dan mengepung
perkampungan Yahudi, Bani Qaynuqa, yang terkenal dengan penduduknya
yang kaya, yang pengrajin emas dan besi. Setelah merebut rumah dan
ladang anggur mereka, mereka diusir dari kediaman mereka. Setelah itu
ia menyerang kantung Yahudi lainnya, Bani Nadir. Hal yang sama terjadi
pada mereka. Muhamad membunuh pemimpin suku dan banyak pemudanya,
merampas harta mereka dan kemudian mengusir mereka dari Medinah. Dalam
dua penyerbuan tersebut, suku Yahudi tidak memberikan sedikitpun
perlawanan. Mereka diserbu secara tiba-tiba, dan mau tidak mau harus
menyerah kepada pasukan Muhamad yang lebih kuat.
Mabuk kemenangan atas orang-orang tak berdaya, Muhamad berniat
mengulanginya dengan suku Yahudi lain diluar Medina, kali ini giliran
Bani al-Mustaliq.
BUKHARI, biografer Muhamad, mengisahkan penyerbuan tersebut dalam
hadis dibawah ini. Diriwayahkan Ibn Aun:
"Saya menulis surat pada Nafi dan Nafi menceritakan bahwa nabi secara
tiba-tiba menyerbu Bani Mustaliq ketika mereka lengah, ketika mereka
sedang memberi minum ternak mereka. Mereka yang melawan dibunuh. Nabi
mendapatkan Juwairiya pada hari itu."
Hadis ini dicatat kembali dalam Sahih Muslim Buku 019, Nomor 4292,
yang memperkuat otentisitas hadis dan peristiwa tersebut.
Muhamad mengirim salah satu pengikutnya, Bareeda bin Haseeb, untuk
mematai-matai Bani al-Mustaliq dan memberitahukannya jika keadaan
menguntungkan.
Petikan dari salah satu situs Islam:
Kedatangan pasukan Muslim membuat panik Haris, ia dan pengikutnya
melarikan diri. Meskipun begitu penduduk Muraisa mencoba mati-matian
mempertahankan diri. Muslim menyerang secara tiba2. Banyak korban jiwa
melayang dan lebih dari 600 orang ditawan. Hasil rampasan mencakup
2000 onta dan 5000 kambing.
Diantara tawanan perang, terdapat Barra, anak dari Haris, yang
kemudian dinamai nabi Hazrat Juwairiyah, atau istri nabi yang mulia.
Dalam prakteknya, harta rampasan dan tawanan dibagikan antara pasukan
muslim. Hazrat Juwairiyah dimiliki oleh Thabit bin Qais. Karena wanita
ini adalah anak pemimpin suku dan terlalu hina untuk menjadi budak
seorang prajurit muslim, maka ia meminta untuk dibebaskan dengan
tembusan uang.
Thabit menyetujuinya jika ia memunyai 9 keping emas, namun karena
Hazrat Juwairiyah tidak punya apa2 (hartanya telah dirampok), ia pergi
menghadap Muhamad untuk meminta bantuan agar diselamatkan dari
penghinaan ini. "Saya memohon anda agar melakukan satu tindakan
berdasarkan belas kasihan dan menyelamatkan saya dari hinaan ini."
HATI NABI MENJADI TERGERAK dan berkata apakah ia ingin hal yang lebih
baik. Juwariyah bertanya apa maksudnya. Nabi berkata bahwa ia akan
membayar uang tersebut pada Thabit dan meminta Juwairiah menjadi
istrinya. Hazrat Juwairiyah kemudian menyetujuinya."
Kisah tersebut menceritakan pernikahan nabi dengan Juwariah. Yang
menarik, Muhamad membuat Allah berkata bahwa ia "mempunyai budi
pekerti agung " (Q 68:4)." dan "suri teladan yang baik" (Q 33:21).
Pertanyaannya adalah, benarkah ini?
Pertama, ia menyerang penduduk tanpa peringatan karena mereka sasaran
yang mudah dan kaya. Seperti biasa, ia membunuh semua pemuda yang
sehat yang tak bersenjata, merampas harta benda dan memperbudak
sisanya. Apakah ini perbuatan Nabi Tuhan?
Praktek tawanan perang, perbudakan dan pembagian harta perang antara
pasukan Muslim ini adalah pola prilaku para Mujahidin selama sejarah
berdarah Islam. Pertanyaan saya tetap sama, INIKAH PRILAKU SEORANG
NABI TUHAN ? Allah malah mengatakan bahwa ia adalah "rahmatul alamin",
alias rahmat bagi alam semesta". Pemimpin otoriter dan penjahat biadab
namun RAHMAT BAGI ALAM SEMESTA ????
Kalau ini memang praktek umum kaum jahiliyah, apakah Nabi Rahmatul
Alamin ini tidak dapat mengubahnya? Kenapa ia terlibat dengan
peristiwa MAHA BIADAB ini? Apakah ia hanya mengikuti kebiasaan saat
itu atau IA-LAH YANG MEMBERI CONTOH BURUK INI KEPADA PENGIKUTNYA ?
Sangatlah jelas bahwa HATI MUHAMAD TIDAK TERGERAK oleh belas kasihan,
namun oleh nafsu birahi. Ia tidak membebaskan Juwariah karena kasihan.
Ia menginginkan Juwariah untuk dirinya. Ini adalah contoh seorang pria
yang harus diikuti 1,2 milyar pengikutnya.
Cerita selanjutnya tentang Juwairiyah penuh dengan isapan jempol dan
cerita yang dilebih-lebihkan yang banyak mewarnai Hadis.
Diceritakan bahwa nabi setelah peristiwa penyerbuan itu, bertolak
kembali ke Medinah dan menyerahkan Juwairiah dalam pengawasan
pengikutnya. Ayahnya menyadari bahwa anaknya ditawan, bergegas membawa
tebusan, namun di tengah jalan menyembunyikan 2 untanya di jalan dekat
al-Aqia. Ia datang kepada nabi lalu berkata, "anakku terlalu terhormat
untuk dijadikan tawanan, bebaskanlah dia dengan tebusan ini" Nabi
berkata, "Bagaimana jika ia kita suruh pilih sendiri?" lalu ia datang
menemui anaknya lalu berkata, "Ia menyuruhmu memilih, jangan jatuhkan
kehormatan kita", lalu anaknya menjawab dengan tenang, "Aku memilih
nabi". al-Harith dengan marah berkata, "Ini suatu penghinaan!."
Lalu nabi berkata,"dimanakah unta yang kau sembunyikan di jalan ini
sebelah ini di dekat al-Aqia?" al-Harith terkejut dan berkata, "Saya
menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah
nabi Allah, tidak ada yang lain yang dapat mengetahui hal ini selain
Allah"
Ibn-i-S'ad dalam 'Tabaqat', menceritakan bahwa setelah ayah Juwariyah
memberikan tebusan dan membebaskannya, nabi menikahinya, dan semua
tawanan dibebaskan oleh prajurit muslim, karena mereka tidak suka
melihat anggota keluarga orang dari istri nabi, dijadikan budak.
Sulit menilai kebenaran cerita ini. Di satu sisi diceritakan bahwa
Muhamad membayar tebusannya pada Thabit, sedangkan yang lain
menceritakan bahwa ayahnyalah yang membayar tebusannya. Juga
diceritakan tentang kemampuan Muhamad untuk menebak masa depan,
seperti yang terjadi dengan unta yang disembunyikan. Ini membuat sulit
dipercaya, karena pada banyak kesempatan lain, Muhamad sering
menunjukkan hal sebaliknya. Misalnya, sering ia harus menyiksa
seseorang sampai hampir mati dahulu untuk mengetahui dimana harta kota
disembunyikan.
Dalam cerita ini pun masyarakat Arab menunjukkan tingkatan moral yang
lebih tinggi dari sang nabi dengan secara sukarela membebaskan tawanan
mereka setelah mendengar Muhamad menikahi putri kepala sukunya.
Muslimpun menyatakan bahwa Juwairiyah menjadi penganut yang taat dan
seringkali menghabiskan waktu seharian untuk bersholat. Penulis dalam
Usud-ul-Ghaba menyatakan bahwa ketika nabi mendatangi Juwairiyah
sering ia mendapatinya sedang bersholat dan ketika ia kembali pun
Juwairiyah masih bersholat, sampai akhirnya nabi pun berkata, "Kamu
lebih banyak bersholat sehingga membuat timbangan menjadi lebih berat
ke satu sisi."
Mari kita melihat kisah ini secara lebih realistis. Bayangkan anda
dalam posisi Juwairiyah, wanita muda yang jatuh ke tangan pembunuh
suami yang juga sepupunya, dan pembunuh massal rakyat sukunya. Tanpa
pegangan hidup lain dan tak ada jalan untuk melarikan diri, opsinya
hanya menyerah dan menjadi budak seks seseorang yang menjadi pemimpin
penyerang sukunya. Juwairiyah terpaksa memilih opsi ini dan mencoba
bertahan. Tak heran ia selalu didapati Muhamad dalam keadaan sibuk
bersholat dengan harapan ia akan meninggalkannya sendiri dan mendapat
kesenangan dari istrinya yang lain.
--
$äm$øé£
Jiah . ,katanya ngk mau balas lagi . .
Tapi masa sih raja-raja,samuel bkn kitap injil kalian?Gimana sih . .
!Masa kalian ngk kenal ama ktb sendiri?Raja-raja dan samuel tu kan
kitab injil perjanjian lama!Sayang ya . ,gimana mau ngajarin
orang,kalau kalian sendiri ama ktbnya ngk kenal?
Soal Alquran kayaknya ngk perlu dijelaskan buat kalian,ngk ada artinya!
Tapi kalau kalian mau tau juga,ok akan aku jelaskan dikit.
Diantara semua literatur agama yg masih ada didunia,kitap suci Alquran
benar2 unik pencatatan dan pemeliharaannya adalah suatu mukjizat.!
Karena Alquran sangat berbeda dg pola penggambaran manusia biasa,hanya
pandangan dangkal dan bermusuhan yg mengatakan Alquran membingungkan
dan tak pantas.
Polanya benar2 beda,unik,penuh mukjizat,izinkan saya memperkuat pernyataan saya.
GAYA BAHASA MANUSIA
Setiap kitap agama lain dibangun pada pola: "pada suatu ketika" atau
"rubah dan anggur" "serigala dan anak biri2" dan lain2nya,yaitu:
1.A.Pada mulannya(pada suatu ketika)Allah menciptakan langit dan bumi
. .(ditambah penekanan)(injil kejadian 1:1)
B.Pada mulanya (pada suatu ketika) firman itu bersama2 dg Allah dan
firman itu adalah Allah . .(ditambah tekanan)(injil yohanes 1:)
C.Inilah silsilah (yg asli pada mulanya) yesus kristus,anak daud,anak
abrahah . . (ditambah tekanan)(injil yosua 1:1)
D.Dan masih banyak lagi . .
2.Sesudah musa,hamba tuhan itu mati(terjadi lagi pada suatu ketika)
berfirman tuhan kepada yosua . . (ditambah tekanan)(injil yosua 1:1)
3.Dan masih banyak lagi"pada suatu ketika,pada mulanya" . .Dan . .Dan
. . ,AHBOSAN!
Jika contoh2 ini tdk membingungkan anda ,maka tidak ada lagi yg
membingungkan anda!
Tak terelakkan lagi anda terpesona dg sindrom "pada suatu ketika" anda
telah diperkuat dg kegemaran cerita buatan manusia,bahkan jika mereka
benar,gaya bahasa,pola dan penggambaran ini adalah bagai mana manusia
berfikir,berbicara dan menulis,jangan salahkan mereka,karena manusia
akan bersifat manusia
SEKARANG AKAN SAYA CANTUMKAN 5 AYAT PERTAMA DARI WAHYU PERTAMA MUHAMMAD SAW.
1.BACALAH DENGAN (MENYEBUT) NAMA TUHANMU YANG MENCIPTAKAN
2.DIA TELAH MENCIPTAKAN MANUSIA DARI SEGUMPAL DARAH
3.BACALAH,DAN TUHANMULAH YG MAHA PEMURAH
4.YANG MENGAJAR MANUSIA DENGAN PERANTARAAN KALAM
5.DIA MENGAJARKAN KEPADA MANUSIA APA YANG TIDAK DIKETAHUINYA (QS AL'ALAQ 1-5)
(DIMANA AYAT YG ANDA DAPATKAN YANG MENGATAKAN "PADA SUATU KETIKA" DAN
"PADA MULANYA")
Aku mau tanya ni . . ?
Jika benar yesus adalah contoh terbaik untuk umat kristen,TAPI KENAPA . . ?
1.Yesus tidak pernah menikah,kenapa umat kristen menikah?
2.Yesus ada sunat,kenapa kristen tidak?
3.Yesus bersujud waktu beribadah,kenapa umat kristen tidak bersujud
dalam gereja?
4.Yesus mengorbankan dirinya dipalang salib,kenapa umat kriste tidak?
5.Yesus berkata :jika berbuat salah dengan mata atau tangannya,potong
atau keluarkan (matius 5.29-30)
6.Berkawin dengan seorang janda adalah zina(matius 5:32)
7.Jangan fikirkan masa depan (matius 6:34)
8.Jangan simpan uang (matius 6:19-20)
9.Jangan menjadi (markus 10:21-25)
10.Jualkan semua harta benda dan bagikan kepada orang miskin (lukas 12:33)
11.Jangan bekerja untuk mendapatkan makanan (yohanes 6:27)
12.Jangan melakukan hubungan seksual (matius 5:2)
13.Jika seseorang mencuri dari anda biarkan saja (lukas 6:30)
14.Jika seseorang itu memukul anda,jemput dia supaya memukul anda
sekali lagi (matius 5:39)
MENGAPAKAH UMAT KRISTEN MELAKUKAN PERKARA SEBALIKNYA?
Gimana sih . . ,perbuatan Yesus dan kata2nya ngk bisa kalian contoh
dan kalian ikuti?
APAKAH ITU UMAT BERIMAN DAN TAQWA NAMANYA?
Gimana mau ngajarin orang lain?
Ok,sekarang kita ngak usah debat lagi.
Kita TARUHAN AJA MAU?
Ada pertanyaan yg mau aku kasih ama kalian . ,tapi jawabannya musti
dari Alkitap kalian Injil?
Kalau kalian bisa menjawab dan jawabannya ada Di Injil,AKU BERSUMPAH
DEMI NAMA ALLAH,aku akan masuk agama kalian (KRISTEN)!
Tapi kalau kamu ngak bisa menjawabnya,kamu masuk agamaku (ISLAM)!
MAU NGK?
Kalau kamu mau terima tantanganku ini,kamu boleh balas Emailku lagi!
Kalau ngak . . ,maaf aja . ,aku ngak akan balas lagi . !!
Karna ngk ada artinya . . ,karna kalian ngak ada keberanian buat
mengakui kebenaran Alkitap kalian.
AKU TUNGGU JAWABANNYA!!
Pada tanggal 23/10/09, assistant@responsecenters.org
<assistant@responsecenters.org> menulis:
> Yang benar, adalah Apa yang dikehendaki Tuhan, Jika Dia berkenan
> memperlihatkan diriNya kepada manusia, Dia sanggup. Jika menurut Musa
> (Perjanjian Lama), Dia berhadapan langsung dengan Tuhan berhadapan muka
> (dalam bentuk tiang awan) itulah yang terjadi.
>
> Perlu anda ketahui, sifat dari Alkitab adalah "Sejarah dan Fakta, Perintah
> Tuhan dan Wahyu" Itulah isi dari Alkitab. Jadi mengenai Tamar, Daud dan
> sebagainya, diruraikan secara fakta.
>
> Eh, tapi bahasa anda sungguh mencerminkan bahwa anda adalah orang Muslim
> yang bisa ngomong kotor seenaknya.
> Pertanyaan2 saya selama ini mengenai Quran dan kebohongannya, begitu juga
> nabinya tidak pernah anda jawab. Apakah anda memang tidak tahu karena sulit
> membaca quran pake bhs arab?
>
> Tayangan Life TV : Father Zakaria Botros mengenai:
> "Kebiasaan Seks Menyimpang sang Nabi"
>
> Baru-baru ini Father Zakaria Botros menyiarkan sebuah tayangan TV yang
> didedikasikan utk mendiskusikan moralitas dan bagaimana seharusnya hal itu
> menjadi salah satu pilar penunjang dari "KENABIAN".
> Awalnya, dia mengajukan pertanyaan:
> "Apakah Muhammad sang nabi adalah manusia bermoral – manusia paling lurus,
> pantas utk ditiru oleh seluruh dunia?"
> Dia membuka tayangan TV ini dengan mengutip Ibn Taymiyaa, yang menyebutkan
> pertanda dari kenabian. Taymiyya mengungkapkan bahwa banyak terdapat
> nabi-nabi palsu, seperti Musailima "si pembohong", yang sejaman dengan
> Muhammad. Taymiyya menyebutkan pula bahwa mereka yang mengaku nabi2 itu,
> pada kenyataannya, 'kerasukan' belaka, dan satu-satunya cara utk menentukan
> keaslian nabi adalah dengan memeriksa/meneliti biografinya (sira-nya) dan
> perbuatan2 baiknya, dan amatilah apakah orang itu pantas menyandang gelar
> nabi atau tidak.
> Karena ini adalah satu dari beberapa episode yang ditujukan utk menelaah
> konsep moral dan kenabian (dengan pemikiran bahwa yg pertama (moral)
> memperkuat yang kedua (kenabian)), tema utk episode ini adalah 'kesucian'
> (tahara): "Apakah Muhammad adalah manusia 'suci'?" – dalam konteks ini,
> sebuah pertanyaan mengenai kebiasaan2 seksualnya mencuat.
> Setelah pendahuluan tsb, Botros menatap kamera tajam2 dan memberikan
> peringatan:
> "Episode ini untuk orang dewasa! Saya akan mendiskusikan banyak hal yang
> akan membuat saya sendiri malu,
> jadi, please! Wanita dan anak-anak dipersilahkan keluar."
> Lalu dia meminta para muslim yg menonton utk terus bertanya dalam hati
> "Inikah nabi yang kuikuti?" ketika pada mereka ditampilkan
> kebiasaan-kebiasaan seksual muhammad.
> Bagian Pertama
> Pertama, dari Quran, Botros membaca ayat-ayat yang tak pelak lagi menyatakan
> bahwa Muhammad adalah "Suri Tauladan yang sempurna dalam hal kebaikan dan
> moral. "[68.4] Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang
> agung." Lalu dia mengutip dari para Ulama, seperti Ibn Kathir, yang berkeras
> bahwa Muhammad adalah "termulia diantara para manusia dan terbesar diantara
> para nabi."
> Botros dan seorang presenter TV – Father Botros berkeras meminta presenter
> tersebut seorang pria, khusus untuk acara ini saja, dia takut lebih malu
> lagi menceritakan kebiasaan2 seks yg menyimpang dari Muhammad jika sang
> presenter itu adalah wanita – lalu
> mendiskusikan ayat Quran 4.3, yang 'membatasi' jumlah istri muslim hingga
> Empat Orang,
> plus 'apa yang tangan kananmu miliki,' yaitu para budak wanita.
> 'Tapi ternyata itu saja tidak cukup bagi Muhammad, tegas Botros; seluruh isi
> ayat itu 'harus diturunkan' hanya utk membenarkan dan/atau mengesahkan lebih
> banyak lagi wanita untuknya (Quran 33.50 Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah
> menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan
> hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam
> peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak
> perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara
> perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan
> anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama
> kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi
> mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang
> mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada
> mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya
> tidak menjadi kesempita n bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha
> Penyayang).
> Malah, Father Botros telah dengan cermat menyusun seluruh wanita
> – semuanya ada 66 orang – yang tercatat pernah punya hubungan seks dengan
> Muhammad.
> Botros bilang itu adalah normal; menurut Sirat al-Halabi, Muhammad bisa
> mendapatkan wanita manapun juga, bahkan jika si wanita itu tidak mau
> sekalipun; dan jika Muhammad kepingin wanita istri orang lain, sang suami
> harus menceraikannya. Menurut Ibn Sa'ad, yang menulis biografi resmi lain
> tentang Muhammad, "Sang Nabi tidak akan mati hingga semua wanita membolehkan
> dia" (lihat Kitab Al-Tabaqat Al-Kubra, v.8, hal 194).
> Sang Presenter TV, dengan tiba-tiba, menginterupsi –
> "Bagaimana dengan gosip tentang Muhammad memperlihatkan kecenderungan
> homoseksual?"
> Botros menjatuhkan wajahnya ketangan dan bergumam, "So, kau masih berkeras
> ingin kita membicarakan itu?" sang Presenter memaksa sambil berkata bahwa
> ini demi kebaikan para muslim sendiri yang patut mengetahui segalanya.
> Dengan demikian Botros, setelah berkali-kali meminta maaf pada para pemirsa
> muslimnya, sambil mengatakan betapa hal ini sangat memalukan baginya
> berkata:
> "Look! Kami cuma pembaca doang disini, membacakan apa yang kami dapat
> sendiri dari buku-buku islam!
> Jika para muslim tidak suka, mereka harus membakar buku-buku islam itu
> langsung, jangan membakar orang yang membacanya."
> Anekdot pertama yang dibicarakan sang Father berputar sekitar sebuah hadis
> yang, oleh sementara Ulama disebut 'lemah', tapi meski demikian, menurut
> Botros telah muncul dalam 44 buah buku-buku islam dunia – termasuk beberapa
> koleksi yang sangat dihormati seperti Hadis Sunan Bayhaqi dan Al-Halabi.
> Menurut Hadis ini, seseorang bernama Zahir,
> yang selalu mengatakan pada setiap orang bahwa "sang nabi mencintaiku,"
> berkata bahwa satu hari Muhammad mengendap-endap dibelakangnya dan memeluk
> dia dengan ketat.
> Zahir, yang kaget, berteriak sambil meronta untuk melepaskan diri, "Lepaskan
> aku!"
> setelah berpaling dia melihat bahwa yang memeluknya adalah Muhammad, dia
> berhenti meronta
> dan langsung "menyandarkan punggungnya pada dada Muhammad – doa-doa dan
> berkah untuknya."
> Hadis 'nyeleneh' lainnya ada dalam Sunan Bayhaqi dan bisa dilacak hingga ke
> Hadis Sunan Abu Dawud (satu dari enam koleksi Hadis tersahih), yang
> menyatakan bahwa Muhammad mengangkat baju depannya bagi seorang pria yang
> mana pria itu langsung menciumi seluruh tubuhnya, "dari pusar hingga ke
> ketiak."
> Botros menatap kamera dengan muka yang 'aneh' sambil berkata, "bayangkan
> jika Sheikh Al Azhar (Persamaan paling dekat bagi para muslim untuk Sang
> Pausnya kaum Katolik) berkeliling mengangkat-angkat bajunya agar para pria
> bisa menciumi tubuh itu" (sang Father Botros lalu membuat bunyi-bunyian
> seperti ciuman, utk menambah efek perkataannya).
> Sang Presenter berkata: "Pastinya masih ada yang lain lagi?"
> Botros: "Tentu saja ada. Tidak kurang dari 20 buku Islam – seperti hadisnya
> Ahmad Bin Hanbal – menyatakan bahwa Muhammad suka mengisap lidah2 anak
> lelaki dan anak perempuan"…
> Bagian 2
> Botros lalu membacakan keras-keras hadis-hadis tersebut dari beberapa
> sumber, seperti hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huraira (orang yang
> dianggap paling diandalkan sebagai periwayat hadis), dimana Muhammad
> mengisap lidah dua anak Ali (calon Kalifah masa depan), Hasan dan Hussein.
> Lalu dia membacakan sebuah hadis dimana Muhammad mengisap lidah anak
> perempuannya sendiri, Fatima. Father Botros juga menambahkan bahwa kata Arab
> utk 'mengisap" (muss) tidak bisa, seperti yang disebutkan oleh para pembela
> islam, berarti lain selain dari 'mengisap.' Lagipula, tambahnya, "ini adalah
> kata yang persis dipakai ketika membicarakan 'kegiatan' Muhammad bersama
> istri-istrinya, khususnya dengan 'istri bocah' kesayangannya, Aisha."
> Dengan tampang yang sepertinya jijik, Botros berpaling pada kamera dan
> berkata:
> "Wahai para wanita, bayangkan sejenak, anda pulang kerumah lalu mendapatkan
> suamimu
> mengisap lidah anak perempuanmu? Apa yang akan kau lakukan? Lebih gila lagi:
> Nabimu sendiri – orang yang katanya "PALING BERMORAL SEDUNIA", orang yang
> katanya,
> harus diikuti suri tauladannya oleh dunia! Orang yang ada tercatat dalam
> hadis,
> mengisapi lidah istri-istrinya, anak perempuannya, dan anak2 lelaki:
> Apakah kegiatan-kegiatan orang ini dijelaskan oleh Quran sebagai puncak dari
> KESEMPURNAAN MORAL?"
> Presenter: "Lanjutkan!"
> "Muhammad tidak akan tidur sebelum dia mencium anak perempuannya Fatima dan
> menggesekkan kepalanya
> pada dada sang anak (Father memberikan sumber-sumber sahihnya). Dear Lady!
> Kalian mau berkata apa
> jika suamimu tidur dengan muka didada anak perempuanmu? Apakah ini moral
> tinggi?!"
> Lalu Father Botros, menunduk, dan meminta maaf berkali-kali, katanya: dia
> bisa membayangkan bagaimana semua ini pasti menyusahkan orang-orang muslim,
> yang mana lalu sang presenter menenangkan dia: "bukan salahmu Father, tapi
> lebih dari kesalahan para muslim yang mencatat semua kejadian-kejadian ini.
> Tapi bagaimanapun para muslim harus mengetahui ini. Silahkan lanjutkan."
> Botros melanjutkan membaca hadis-hadis selanjutnya, termasuk satu dari
> Musnad Ahmad bin Hanbal, yang mencatat bahwa Muhammad melihat anak perempuan
> berumur 2-3 tahun digendong ibunya.
> Muhammad begitu 'tertarik' oleh anak itu hingga berkata, "Demi Allah, jika
> anak ini mencapai umur cukup
> untuk dinikahi dan aku masih hidup, aku pasti akan menikahi dia."
> Hadis lain mengatakan bahwa Muhammad ternyata telah meninggal sebelum anak
> perempuan yang disebutkan hadis diatas cukup umur, sang Father pada saat ini
> tak tahan utk tidak berkata (sambil bertampang sedih), "Awwwwww! Nabi yang
> malang! Lolos deh satu tuh!"
> Botros lalu mengatakan pada pemirsa utk mengingat hadis terakhir itu, karena
> utk 'konteksnya' kemudian nanti, seraya dia membaca hadis lain dari Sunan
> Bin Said, yang mencatat bahwa Muhammad berkata "Kupeluk sianu dan sianu
> ketika dia (perempuan) masih anak-anak dan kurasakan aku sangat terangsang
> oleh anak itu." "Nabi apa yg kalian ikuti ini?!" Teriak pendeta Koptik ini.
> "Mana moralitasnya? Inikah manusia yang jadi tauladan muslim dg mati-matian?
> Pake otak!"
> Hari sudah malam, tapi Fr. Botros belum selesai mengkatalogiskan temuan2nya
> mengenai kebiasaan menyimpang sang nabi (tayangan TV ini selama 1,5 jam).
> Dia membaca sebuah hadis yang menyatakan bahwa Muhammad berbaring disebelah
> perempuan yang meninggal dikuburannya, juga menunjuk sebuah hadis yang
> menyatakan tentang "seks dengan mayat wanita,", dll.
> Saya matikan TV dan mulai membuat catatan yang lebih lengkap dari coretan2
> saya ketika menonton tadi utk menyiapkan laporan ini
> Bagian 3
> Pada episode ini, dia mulai dengan kecenderungan 'banci' sang nabi. Dia
> membaca dari beberapa hadis, termasuk Sahih Bukhari – Father Botros klaim
> bahwa ada tidak kurang dari 32 referensi berbeda mengenai fenomena
> 'kebanci-bancian' ini dalam buku2 islam – dimana Muhammad sering tidur
> diranjang memakai pakaian wanita, khususnya pakaian sang istri bocah, Aisha.
> Father Botros: "mungkin para muslim pikir bahwa dia hanya memakai pakaian
> Aisha saja? Karena bocah perempuan itu 'favorit'nya, mungkin setelah
> berhubungan intim dengannya, dia Cuma berbaring memakai pakaiannya?" (disini
> sang father menutupi mukanya dengan tangan, menandakan bahwa dia terpaksa
> menceritakan hal memalukan ini).
> Lalu dia memberikan sebuah hadis yang menarik, dari Sahih Bukhari (2/911),
> yang mencatat bahwa Muhammad berkata, "Wahyu (Quran) tidak pernah datang
> padaku jika aku memakai pakaian wanita – kecuali pakaiannya Aisha." Ini
> menandakan kebiasaan sang Nabi utk memakai pakaian wanita.
> Father Botros lalu melanjutkan pada beberapa komentar dalam Tafsir
> al-Qurtubi –
> sebuah tafsir resmi dalam islam. Dia baca sebuah kisah dimana Aisha
> mengatakan bahwa, satu hari,
> ketika Muhammad telanjang di ranjang, Zaid mengetuk; Muhammad, tanpa memakai
> baju, membuka pindu
> dan 'memeluk serta menciumnya' – sambil telanjang. Ditempat lain lagi,
> Qurtubi menyimpulkan bahwa,
> 'sang nabi pbuh – terus menerus disibukkan dengan wanita-wanita.'
> Father Botros berkata pada para muslim:
> "Jadi inikah nabi kalian – yg bermoral paling tinggi? Bukannya disibukkan
> dengan,
> misal doa atau perbuatan baik, dia malah disibukkan dengan wanita-wanita?"
> Lalu dia membaca dari Faid al-Qabir (3/371), dimana Muhammad tercatat
> berkata, "Kesukaanku terbesar adalah wanita dan parfum: rasa lapar
> terpuaskan dari makan dan minum – tapi bukan dari wanita." Setelah membaca
> hadis ini, Father Botros Cuma menatap kamera tanpa berkata apa-apa, lalu
> menggeleng-gelengkan kepalanya.
> Lalu dia membaca sebuah riwayat yg menarik (ada dalam Umdat al-Qari dan Faid
> al-Qabir). Diriwayatkan, Allah mengirim Jibril dengan semacam makanan surga
> (disebut al-kofid) pada Muhammad, lalu memerintahkan Muhammad utk "Makan!" –
> mirip ketika jibril mendatangi Muhammad dengan menyuruh "Baca!" (iqra, kata
> dari Quran). Riwayat ini terus mengutip perkataan Muhammad yang berkata
> bahwa makanan yg diberikan padanya "memberikan potensi seksual sama dengan
> 40 lelaki surga." Father Botros lalu membaca dari sunan al-Tirmidhi, dimana
> dikatakan bahwa 'lelaki surga' itu punya potensi seks 100 lelaki dunia.
> Sang Father bertanya-tanya: "Jadi, pake hitungan matematika, 40x100, kita
> bisa memastikan bahwa Muhammad, setiap memakan makanan perangsang ala
> surganya, punya kekuatan seks 4000 lelaki? Reaaaalllyy, O Ummat, inikah
> pengakuan nabi terkenal kalian – bahwa dia adalah seorang seks maniak?"
> Lalu, dengan becanda, "bayangkan kekagetan orang bule, bahwa Muhammadlah
> yang pertama-tama menemukan VIAGRA!"
> Zakaria Botros melanjutkan membaca dari sumber2 lain lagi, seperti Sunan
> al-Nisa'I, dimana Muhammad dalam satu malam suka 'mengunjungi' semua
> wanita2nya, tanpa membasuh diri. Sang Father bertanya: "Ngapain lagi
> mencatat hal2 yang menjijikan dan memalukan seperti ini?"
> Mungkin yg paling menarik, Father Botros menganalisa sebuah riwayat yg
> dicatat dalam karya Ibn Kathir, al-Bidaya we al-Nihaya. Berikut adalah
> terjemahan dari riwayat yg panjang tsb:
> Setelah menaklukan yahudi Khaybar dan menjarah harta mereka, diantaranya ada
> sebuah keledai yang menjadi harta jarahan jatah sang nabi, sang nabi lalu
> bertanya pada sang keledai: "Siapa namamu?"
> Sang Keledai menjawab, "Yazid Ibn Shihab. Allah telah membuatku dari 60
> keturunan keledai, keledai-keledai yang hanya dikendarai oleh nabi-nabi
> saja. Tak satupun yang tersisa dari keturunan-keturunan itu kecuali aku, dan
> tak seorangpun nabi tersisa kecuali anda dan aku harapkan anda
> mengendaraiku. Sebelum anda, aku adalah milik orang yahudi, yang kujatuhkan
> sebegitu seringnya hingga dia suka menendang perut dan memukul punggungku."
> Sampai disini, sang Father yang menahan ketawanya menambahkan, "seekor
> keledai ahli taqiyya!" dia melanjutkan membaca, "Sang Nabi –mpbuh – berkata
> padanya, 'Aku akan memanggilmu Ya'foor. O Ya'foor!' Ya'foor menjawab, 'Aku
> patuh.' Sang Nabi bertanya, 'Apa kau birahi pada betina?" Sang Keledai
> menjawab, 'No!"
> Sang Father berkata:
> "Bahkan keledai sekalipun merasa malu ditanya tentang seks oleh sang Nabi
> kelebihan seks ini!
> Disini 'harusnya' adalah sebuah mukjijat – keledai yg bisa bicara; dan dari
> semua benda yang
> berkomunikasi dengan binatang ini, pertanyaan yang paling penting yg
> ditanyakan nabimu adalah
> apakah sang keledai birahi pada betina?"
> Berikut, membaca dari Sahih Bukhari (5/2012), Father Botros menceritakan
> sebuah riwayat dimana Muhammad mendatangi rumah seorang wanita muda bernama
> Umaima Bint Nua'm dan memerintahkan wanita itu utk "berikan tubuhmu padaku!"
> sang wanita menjawab, "mungkinkah seorang ratu memberikan dirinya pada
> rakyat jelata?" sambil mengangkat tangannya, Muhammad mengancam dia, dan
> mengirim dia pada orang tuanya.
> Zakaria Botros: "You see, teman-teman, bahkan zaman dulu sekalipun, yg
> katanya jaman kegelapan, masih ada orang yg berpinsip, yang tidak menyerah
> pada ancaman dan paksaan. Tapi, pertanyaan yg sebenarnya adalah, kenapa
> Muhammad menentang perintah dari Qurannya sendiri – "perempuan mukmin yang
> menyerahkan dirinya kepada Nabi" (33.50) – mencoba memaksa wanita muda ini?"
> Terakhir, dengan tampang jijik, sang Father membaca dari sebuah hadis
> al-Siyuti (6.395), dimana Muhammad menyatakan bahwa,
> "Di surga, Maria ibunya Yesus, akan menjadi salah satu istriku."
> "Please, O Nabi," kata sang Pendeta Koptik Ortodoks, "jangan bawa-bawa
> orang-orang suci kami kedalam praktek-praktek menjijikanmu…"
>
>
>
>
>
--
$äm$øé£
--
$äm$øé£
Anda tidak pernah menjawab hal kontradiksi yang saya pertanyakan dalam
Quran, sebaliknya anda mengajukan pertanyaan mengenai Alkitab Apakah
anda menerima kesalahan Quran itu dan pertentangannya satu sama lain,
atau yang bertentangan dengan Science?). Perlu anda ketahui, bahwa
Raja-Raja, Samuel, Tawarich yang anda sebutkan bukanlah Injil, Injil
adalah Matius, Markus, Lukas dan Johanes.
Ayat2 yang anda sebutkan dalam Perjanjian Lama (Taurat), dari Tawarich
dan Samuel ditulis oleh dua orang pengarang berbeda, Tawarich oleh
Ezra dan Samuel oleh Nabi Samuel. Jadi dalam penulisan itu, mereka
melihat dari visi mereka, sedangkan faktanya adalah sama.'
Suitan Allah apakah penting? Dalam penjelasan Alkitab, Suitan Allah
adalah diibaratkan suara lebah yang keluar dari sarangnya.
Mengenai Jeremia 7:12 yang anda katakan Allah mencukur diriNya,
AYATNYA TIDAK SESUAI DENGAN YANG ANDA SEBUTKAN:
yEREMIA 7:12) Tetapi baiklah pergi dahulu ke tempat-Ku yang di Silo
itu, di mana Aku membuat nama-Ku diam dahulu, dan lihatlah apa yang
telah Kulakukan kepadanya karena kejahatan umat-Ku Israel!
Mengenai pembunuhan 50000 orang karena melanggar melihat Tabut Allah
(1 Samuel 6:19), itu adalah Hak Allah dan itulah yang terulis dalam
Alkitab, bagaimana pula dengan Tsunami di-Aceh, dimana lebih dari
600.000 ribu jiwa mati dan hilang?
Injil Johanes 3:13, Ya, Pribadi yang telah berada disurga sebelumnya
dan turun dari Surga adalah Anak Manusia, tidak ada orang lain yang
seperti Dia, karena Dia adalah Allah yang menjadi manusia untuk
menyelamatkan Dunia.
Apakah cukup penjelasan saya, dan bagaimana dengan pertanyaan saya
mengenai kontradiksi ayat2 dalam Quran dan perbedaannya dengan Science
sebagai satu2 nya fakta kebenaran? Nggak bisa dijawabkan??!
Muhamad dengan Juwariyah
Sumber:
Faith Freedom Indonesia
JUWAIRIYAH / JUWAYRIYYAH
oleh Ali Sina
Dalam sejarah bangsa Arab masa pra-Islam, belum pernah ada pergolakan
dan perang yang seluas dan sedahsyat yang dilancarkan Muhamad, sang
pendiri Islam. Pertempuran sebelumnya hanya merupakan pertempuran
lokal yang terbatas pada percekcokan antar suku. Dengan lahirnya
Islam, tidak hanya perang tetapi GENOCIDE dan TEROR tidak habis2nya
menjadi komponen integral dalam sejarah ekspansionisme Islam.
Pada awal karir Muhamad sebagai nabi, kota asalnya (Mekah) adalah kota
yang damai. Dalam 13 tahun ia berkotbah, hanya sekitar 70/80 orang
mengikuti ajarannya. Tidak semuanya jago perang. Ini menjelaskan
sejarah awal penyebaran Islam yang damai. Muslim belum mempunyai
kekuatan untuk menyerang. Namun setelah Muhamad bermigrasi ke Medinah
dan penduduknya menerima ajarannya, ia memulai perampokan karavan
pedagang dan penyerbuan kampung-kampung penduduk untuk bertahan hidup,
selain menghidupi pengikutnya yang sulit mencari pekerjaan di Medinah.
Tahun ke 5 hijrah di Medinah merupakan tahun menentukan. Ini tahun
dimana Muslim berperang melawan penduduk Mekah dan mengepung
perkampungan Yahudi, Bani Qaynuqa, yang terkenal dengan penduduknya
yang kaya, yang pengrajin emas dan besi. Setelah merebut rumah dan
ladang anggur mereka, mereka diusir dari kediaman mereka. Setelah itu
ia menyerang kantung Yahudi lainnya, Bani Nadir. Hal yang sama terjadi
pada mereka. Muhamad membunuh pemimpin suku dan banyak pemudanya,
merampas harta mereka dan kemudian mengusir mereka dari Medinah. Dalam
dua penyerbuan tersebut, suku Yahudi tidak memberikan sedikitpun
perlawanan. Mereka diserbu secara tiba-tiba, dan mau tidak mau harus
menyerah kepada pasukan Muhamad yang lebih kuat.
Mabuk kemenangan atas orang-orang tak berdaya, Muhamad berniat
mengulanginya dengan suku Yahudi lain diluar Medina, kali ini giliran
Bani al-Mustaliq.
BUKHARI, biografer Muhamad, mengisahkan penyerbuan tersebut dalam
hadis dibawah ini. Diriwayahkan Ibn Aun:
"Saya menulis surat pada Nafi dan Nafi menceritakan bahwa nabi secara
tiba-tiba menyerbu Bani Mustaliq ketika mereka lengah, ketika mereka
sedang memberi minum ternak mereka. Mereka yang melawan dibunuh. Nabi
mendapatkan Juwairiya pada hari itu."
Hadis ini dicatat kembali dalam Sahih Muslim Buku 019, Nomor 4292,
yang memperkuat otentisitas hadis dan peristiwa tersebut.
Muhamad mengirim salah satu pengikutnya, Bareeda bin Haseeb, untuk
mematai-matai Bani al-Mustaliq dan memberitahukannya jika keadaan
menguntungkan.
Petikan dari salah satu situs Islam:
Kedatangan pasukan Muslim membuat panik Haris, ia dan pengikutnya
melarikan diri. Meskipun begitu penduduk Muraisa mencoba mati-matian
mempertahankan diri. Muslim menyerang secara tiba2. Banyak korban jiwa
melayang dan lebih dari 600 orang ditawan. Hasil rampasan mencakup
2000 onta dan 5000 kambing.
Diantara tawanan perang, terdapat Barra, anak dari Haris, yang
kemudian dinamai nabi Hazrat Juwairiyah, atau istri nabi yang mulia.
Dalam prakteknya, harta rampasan dan tawanan dibagikan antara pasukan
muslim. Hazrat Juwairiyah dimiliki oleh Thabit bin Qais. Karena wanita
ini adalah anak pemimpin suku dan terlalu hina untuk menjadi budak
seorang prajurit muslim, maka ia meminta untuk dibebaskan dengan
tembusan uang.
Thabit menyetujuinya jika ia memunyai 9 keping emas, namun karena
Hazrat Juwairiyah tidak punya apa2 (hartanya telah dirampok), ia pergi
menghadap Muhamad untuk meminta bantuan agar diselamatkan dari
penghinaan ini. "Saya memohon anda agar melakukan satu tindakan
berdasarkan belas kasihan dan menyelamatkan saya dari hinaan ini."
HATI NABI MENJADI TERGERAK dan berkata apakah ia ingin hal yang lebih
baik. Juwariyah bertanya apa maksudnya. Nabi berkata bahwa ia akan
membayar uang tersebut pada Thabit dan meminta Juwairiah menjadi
istrinya. Hazrat Juwairiyah kemudian menyetujuinya."
Kisah tersebut menceritakan pernikahan nabi dengan Juwariah. Yang
menarik, Muhamad membuat Allah berkata bahwa ia "mempunyai budi
pekerti agung " (Q 68:4)." dan "suri teladan yang baik" (Q 33:21).
Pertanyaannya adalah, benarkah ini?
Pertama, ia menyerang penduduk tanpa peringatan karena mereka sasaran
yang mudah dan kaya. Seperti biasa, ia membunuh semua pemuda yang
sehat yang tak bersenjata, merampas harta benda dan memperbudak
sisanya. Apakah ini perbuatan Nabi Tuhan?
Praktek tawanan perang, perbudakan dan pembagian harta perang antara
pasukan Muslim ini adalah pola prilaku para Mujahidin selama sejarah
berdarah Islam. Pertanyaan saya tetap sama, INIKAH PRILAKU SEORANG
NABI TUHAN ? Allah malah mengatakan bahwa ia adalah "rahmatul alamin",
alias rahmat bagi alam semesta". Pemimpin otoriter dan penjahat biadab
namun RAHMAT BAGI ALAM SEMESTA ????
Kalau ini memang praktek umum kaum jahiliyah, apakah Nabi Rahmatul
Alamin ini tidak dapat mengubahnya? Kenapa ia terlibat dengan
peristiwa MAHA BIADAB ini? Apakah ia hanya mengikuti kebiasaan saat
itu atau IA-LAH YANG MEMBERI CONTOH BURUK INI KEPADA PENGIKUTNYA ?
Sangatlah jelas bahwa HATI MUHAMAD TIDAK TERGERAK oleh belas kasihan,
namun oleh nafsu birahi. Ia tidak membebaskan Juwariah karena kasihan.
Ia menginginkan Juwariah untuk dirinya. Ini adalah contoh seorang pria
yang harus diikuti 1,2 milyar pengikutnya.
Cerita selanjutnya tentang Juwairiyah penuh dengan isapan jempol dan
cerita yang dilebih-lebihkan yang banyak mewarnai Hadis.
Diceritakan bahwa nabi setelah peristiwa penyerbuan itu, bertolak
kembali ke Medinah dan menyerahkan Juwairiah dalam pengawasan
pengikutnya. Ayahnya menyadari bahwa anaknya ditawan, bergegas membawa
tebusan, namun di tengah jalan menyembunyikan 2 untanya di jalan dekat
al-Aqia. Ia datang kepada nabi lalu berkata, "anakku terlalu terhormat
untuk dijadikan tawanan, bebaskanlah dia dengan tebusan ini" Nabi
berkata, "Bagaimana jika ia kita suruh pilih sendiri?" lalu ia datang
menemui anaknya lalu berkata, "Ia menyuruhmu memilih, jangan jatuhkan
kehormatan kita", lalu anaknya menjawab dengan tenang, "Aku memilih
nabi". al-Harith dengan marah berkata, "Ini suatu penghinaan!."
Lalu nabi berkata,"dimanakah unta yang kau sembunyikan di jalan ini
sebelah ini di dekat al-Aqia?" al-Harith terkejut dan berkata, "Saya
menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah
nabi Allah, tidak ada yang lain yang dapat mengetahui hal ini selain
Allah"
Ibn-i-S'ad dalam 'Tabaqat', menceritakan bahwa setelah ayah Juwariyah
memberikan tebusan dan membebaskannya, nabi menikahinya, dan semua
tawanan dibebaskan oleh prajurit muslim, karena mereka tidak suka
melihat anggota keluarga orang dari istri nabi, dijadikan budak.
Sulit menilai kebenaran cerita ini. Di satu sisi diceritakan bahwa
Muhamad membayar tebusannya pada Thabit, sedangkan yang lain
menceritakan bahwa ayahnyalah yang membayar tebusannya. Juga
diceritakan tentang kemampuan Muhamad untuk menebak masa depan,
seperti yang terjadi dengan unta yang disembunyikan. Ini membuat sulit
dipercaya, karena pada banyak kesempatan lain, Muhamad sering
menunjukkan hal sebaliknya. Misalnya, sering ia harus menyiksa
seseorang sampai hampir mati dahulu untuk mengetahui dimana harta kota
disembunyikan.
Dalam cerita ini pun masyarakat Arab menunjukkan tingkatan moral yang
lebih tinggi dari sang nabi dengan secara sukarela membebaskan tawanan
mereka setelah mendengar Muhamad menikahi putri kepala sukunya.
Muslimpun menyatakan bahwa Juwairiyah menjadi penganut yang taat dan
seringkali menghabiskan waktu seharian untuk bersholat. Penulis dalam
Usud-ul-Ghaba menyatakan bahwa ketika nabi mendatangi Juwairiyah
sering ia mendapatinya sedang bersholat dan ketika ia kembali pun
Juwairiyah masih bersholat, sampai akhirnya nabi pun berkata, "Kamu
lebih banyak bersholat sehingga membuat timbangan menjadi lebih berat
ke satu sisi."
Mari kita melihat kisah ini secara lebih realistis. Bayangkan anda
dalam posisi Juwairiyah, wanita muda yang jatuh ke tangan pembunuh
suami yang juga sepupunya, dan pembunuh massal rakyat sukunya. Tanpa
pegangan hidup lain dan tak ada jalan untuk melarikan diri, opsinya
hanya menyerah dan menjadi budak seks seseorang yang menjadi pemimpin
penyerang sukunya. Juwairiyah terpaksa memilih opsi ini dan mencoba
bertahan. Tak heran ia selalu didapati Muhamad dalam keadaan sibuk
bersholat dengan harapan ia akan meninggalkannya sendiri dan mendapat
kesenangan dari istrinya yang lain.
--
$äm$øé£
email dari munir
dari munir kualasimpang
DARI MUNIR
dari munir



